Launching Desa Anti Korupsi se Indonesia, Sekda Sri : Pencegahan Korupsi Terus Dilakukan Sampai Tingkat Desa
KOMISI Pemberantasan
Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) resmi melaunching 22 Desa Anti Korupsi se
Indonesia tahun 2023 yang sukses melaksanakan berbagai penilaian dilaksanakan
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik
Indonesia (Kemendes PDTT RI) bekerjasama dengan KPK RI.
Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni menambahkan,
melalui program Desa Antikorupsi ini, maka pelaksanaan pencegahan dan
pemberantasan korupsi bukan hanya wajib dilaksanakan di tingkat provinsi, tetapi
juga sampai di tingkat Desa.
"Jadi, pencegahan atau pemberantasan
korupsi bukan hanya dilakukan di tingkat
pusat, provinsi maupun kabupaten/kota saja, tapi juga di tingkat desa,"
ucap Sri Wahyuni usai Launching Desa Antikorupsi tahun anggaran (TA) 2023, di
Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (28
/11/ 2023).
Menurut Sri Wahyuni, belajar dari Tengin
Baru. Apa indikator kriterianya, apa yang harus dipenuhi, apa yang harus
dilakukan atau upaya apa yang dilaksanakan.
Karena itu, Pemprov Kaltim merasa yakin dan
percaya, maka ke depan pembinaan dan pendampingan dari masyarakat pemerintahan
desa dapat berjalan baik.
"Memang ada masih desa yang melakukan
penyimpangan di Indonesia. Tapi, Alhamdulillah di Kaltim bisa dicegah. Karena,
anti korupsi itu bagian dari alamiah. Yakni, kita melakukan sesuatu harus
dengan ketentuan," jelasnya.
Selanjutnya, jika antikorupsi dilakukan, maka
terbuka ruang masyarakat bersama-sama untuk melakukan antisipasi terjadi
tindakan korupsi.
Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta
Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi Wawan Mardiana menjelaskan, Desa Anti
Korupsi bukan Kepala Desa yang anti korupsi, tetapi bagaimana seluruh
masyarakat ikut terlibat dalam mendukung pencegahan hingga pemberantasan
korupsi. Terutama mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan masyarakat
terlibat.
Tahun sebelumnya 2022 Desa Antikorupsi diterima Desa Loa Duri Ilir Kutai Kartanegara.
Hadir Staf Ahli Kemendes RI Bito Wikantosa,
Kementerian Keuangan RI, Kemendagri RI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah
Kabupaten/Kota se Indonesia, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK
Kumbul Kusdwijanto Sudjadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kaltim Anwar Sanusi.
Launching ditandai dengan pemukulan gendang
oleh pejabat terkait, termasuk Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta
Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi Wawan Mardiana dan Sekdaprov Kaltim Sri
Wahyuni. Juga penyerahan penghargaan kepada Desa Tingkat Provinsi dan
Kabupaten.(mar)